Perhimpunan Chiropraksi Indonesia

WHO Guideline

Saat ini Chiropractic adalah perawatan kesehatan internasional diakui oleh WHO (World Health Organization), salah satu organisasi PBB (United Nations). Di Indonesia sendiri, pertama kali profesi dan ilmu chiropraksi dikenal masyarakat di indonesia sekitar awal tahun 2000. Banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan perawatan kesehatan di luar negeri (Singapore,Australia, United States ) untuk masalah saraf terjepit, sakit pada tulang belakang dan scoliosis yang biasanya ditempuh dengan operasi membuka peluang untuk chiropraksi sebagai ilmu kesehatan Komplimenter, tanpa operasi dan tanpa obat, masuk dan diminati oleh masyarakat Indonesia.

PERCHIRINDO, Perhimpunan Chiropraksi Indonesia terbentuk di tahun 2005. Pertemuan pertama dihadiri oleh dokter seminat, dokter olah raga, tokoh dari kementrian kesehatan, dan chiropraktor yang saat itu sudah berpraktek di Indonesia. Disepakati bahwa PERCHIRINDO merupakan Perhimpunan Chiropraksi Indonesia, sebagai badan asosiasi profesi yang menaungi para chiropraktor di Indonesia. WFC memuat artikel mengenai berdirinya PERCHIRINDO pada tahun 2005.

November 2005 sendiri, WHO menerbitkan dokumen resmi yang terdiri pedoman pelatihan dasar dan keselamatan di chiropractic. Sebagai afiliasi dengan WHO, tidak bisa dihindari bagi mereka untuk merujuk pada standar yang tercantum pada dokumen tersebut ,serta sebagai acuan perancangan perundang-undangan di masa depan. Tujuan dari dokumen ini adalah; untuk memberikan persyaratan minimum untuk pendidikan chiropractic; untuk melayani sebagai referensi bagi otoritas nasional dalam membangun pemeriksaan dan sistem lisensi untuk praktek chiropraktik yang memenuhi kualifikasi; untuk meninjau kontraindikasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan untuk memberikan saran tentang pengelolaan komplikasi yang terjadi selama pengobatan dan untuk mempromosikan praktek yang aman dari chiropractic.

Berkaitan dengan hal tersebut PERCHIRINDO sebagai badan asosiasi Profesi mendirikan Biomechanical Medicine Conversion Course sejak 2009. Sebagai program dari PERCHIRINDO selaku mitra Kementerian Kesehatan dalam pengadaan tenaga profesional chiropraktor di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan chiropraksi pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara, Biomechanical Medicine Conversion Course mempunyai visi "Memperluas Complementary Medicine umumnya dan Biomechanical erapy (Chiropractic) khususnya di Indonesia, sehingga menyehatkan bangsa, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui metode preventif, kuratif dan perbaikan gaya hidup.".

Mengingat tenaga chiropraktor Indonesia masih sedikit, maka salah satu misi dari Biomechanical Medicine Conversion Course yaitu "Meningkatkan pengadaan tenaga Chiropraktor berkualitas melalui pendidikan, pelatihan yang berbasis kompetensi baik sebagai penyedia pelayanan kesehatan primer, praktisi di klinik maupun sarana pelayanan kesehatan". Dalam penyusunan kurikulum program pendidikan Biomechanical Medicine Course, Dr. Tinah Tan FICC (Pusdiklat Perchirindo ) bekerja sama dengan Institusi ITM (Institute of Therapeutic Manipulation) - Australia yang didirikan oleh Prof. Andries M Kleynhans dan Dr. Rita Kleynhans D.C. Kurikulum program pendidikan Biomechanical Medicine Conversion Course ini disusun khusus bagi para dokter umum dan minimal sarjana kedokteran umum. Sesuai dengan peraturan WHO, pendidikan konversi ( Kategori 2 A ) selama 3 semester memenuhi 1800 jam, para peserta program konversi dapat menjadi ahli chiropraksi Indonesia. Saat ini program ini telah meluluskan 30 peserta yang siap memberikan pelayanan chiropractic di masyarakat Indonesia.

Dibawah ini adalah Pedoman dari WHO pada Pelatihan Dasar dan Keselamatan di Chiropractic :


WHO Guidelines on Basic Training and Safety in Chiropractic (English Version)